Kamis, 14 Juni 2012

System Biaya Tradisional vs Biaya Standar


A.    System Biaya Tradisional vs Biaya Standar
1.      Tujuan dan Penggunaan Sistem Akuntansi Biaya
Akuntansi biaya mengidentifikasi, menguantifikasi, mengakumulasikan, dan melaporkan berbagai elemen biaya yang berkaitan dengan produksi barang atau penyerahan jasa. Akuntansi biaya memiliki dua tujuan, melalui akumulasi biaya untuk penilaian persediaan dan penentuan laba, akuntansi biaya melayani kebutuhan pengguna eksternal seperti pemegang saham, kantor pemeriksaan pajak, dan kreditor. Dengan menyediakan manajemen dengan informasi biaya yang tepat waktu dan relevan, akuntansi biaya membantu dalam perencanaan, pengendalian, dan evaluasi aktifitas operasional harian dan orang yang bertanggung jawab untuk itu. Data biaya juga memainkan peranan dalam analisis dan penilaian profitabilitas relative atau tingkat yang diinginkannya suatu alternative keputusan.
Pendekatan dan system yang digunakan dalam menyediakan informasi biaya sangat berbeda satu sama lain. Setiap jenis memiliki aspek keperilakuannya sendiri. Bila hal ini diabaikan, maka respon manusia yang tidak diinginkan dapat timbul, dimana hal tersebt berkisar dari agak mengganggu sampai benar-benar destruktif.
2.      System Biaya Tradisional (Historis)
Istilah tradisional (historis) mengacu pada system biaya yang membatasi input pada biaya historis dan mengusahakan penyerapan penuh atas biaya tetap dan variable oleh unit produk atau jasa. System biaya tradisional atau historis terutama focus kepada identifikasi dan akumulasi biaya per unit produk atau jasa. System tersebut digunakan untuk menghitung nilai pesediaan dan data biaya harga pokok penjualan atau jasa yang dibrikan untuk pelaporan keuangan eksternal. Tetapi system biaya trsdisional tidaklah sesuai untuk pengendalian manajemen yang efektif karena akumulasi data biaya historis semata-mata tanpa perbandingan dengan sasaran biaya yang telah ditentukan sebelumnya tidak sesuai dengan konsep pengendalian kontemporer.
Salah satu kelemahan uatama dari system biaya tradisional ini adalah bahwa persyaratan akuntansi keuangan menuntut agar biaya per unit produk atau jasa memperhitungkan semua biaya, baik yang dapat ditelusuri ke suatu produk atau jasa, maupun yang terjadi untuk satu periode waktu tertentu atau untuk lebih dari satu objek biaya.
Kelemahan utama lainnya yang berkaitan dengan penggunaan system biaya tradisional untuk tujuan pengendaian bahwa satu-satunya dasar untuk pengendalian adalah perbandingan kinerja saat ini dengan kinerja dari periode sebelumnya. Membandingkan kinerja saat ini dengan periode sebelumnya dapat cukup menyesatkan karena tidak ada cara untuk mengetahui apakah biaya dari periode sebelumnya terlalu tinggi, terlalu rendah, atau hamper tepat. Yang sama membingungkannya adalah varians anggaran yang ditimbulkan dari membandingkan hasil kinerja actual dengan standar anggaran yang ditetapkan untuk suatu tingkat aktifitas yang berbeda dengan yang aktualnya dicapai.
3.      System Biaya Standar
Ruang Lingkup
Mengakui kelemahan dari system biaya tradisional, banyak organisasi mengadopsi “system biaya standar”. System biaya standar mencerminkan pencampuran yang potensial efektif dari akuntansi dengan konsep pengendalian dan teori organisasi modern. Biaya standar adalah sasaran biaya per unit produk atau jasa yang ditentukan sebelumnya secara ilmiah, yang dikembangkan melalui studi teknik dan akuntansi.
Aspek pengendalian yang melekat dari perhitungan biaya standar adalah kapabilitasnya untuk membandingkan, sebagai bagian dari arus data regular, kinerja actual dengan standar yang ditentukan sebelumnya dan untuk menyoroti varians antara kedua tingkat biaya tersebut.
Kompatibilitas dengan Konsep Teori Organisasi Modern
Dalam mengembangkan kerangka kerja untuk system biaya standar yang sesuai dengan konsep teori organisasi modern, langkah-langkah pengendalian berikut ini, sebagaimana dijelaskan oleh Edwin Caplain, adalah penting :
1)      Penetapan tujuan organisasi
2)      Penentuan pusat pertanggungjawaban yang sesuai dan penugasan fungsi kepada masing-masing.
3)      Pengisian staf dari pusat pertanggungjawaban dengan individu-individu yang memiliki kemampuan, motivasi, dan pengetahuan yang mencukupi untuk melakukan fungsinya.
4)      Penciptaan jalur komunikasi antara pusat pertanggungjawaban dan unit organisasi lainnya serta, dimana perlu, lingkkungan eksternal.
5)      Pengembangan prosedur yang memastikan bahwa informasi yang mencukupi, relevan, dan tepat waktu sepanjang jalur komunikasi.
6)      Desain dan implementasi mekanisme pengendalian yang mengukur dan mengevaluasi kinerja dalam hal tujuan organisasi dan memberikan umpan balik mengenai penyesuaian yang diperlukan dalam tujuan dan atau kinerja.
System biaya standar dirancar untuk berfungsi secara simultan sebagai suatu sumber informasi, jalur komunikasi, dan alat pengendalian serta evaluasi kinerja. Sebagai sumber informasi untuk pusat pertanggungjawaban, system biaya standar menginformasikan kepada individu yang bertanggung jawab apa yang diharapkan dari mereka dalam hal biaya. Sebagai jalur komunikasi, system biaya standar menyebarkan tingkat biaya yang diharapkan dan pencapaiannya. Pengendalian atas operasi dari pusat pertanggungjawaban dicapai melalalui laporan biaya standar periodic yang menyediakan umpan balik mengenai hasil kinerj masa lalu dan penyimpangan dari standar kepada individu yang tepat.
4.      Perhitungan Biaya Langsung atau Variabel
Filosofi yang Mendasari
Semua metode akuntansi biaya tradisional, sesuai dengan konsep biaya tersebut, membebankan unit produk atau jasa dengan biaya penuh. Bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung dibebankan langsung ke unit produk atau jasa, sementara overhead tetap dan variable kebanyakan kasus diserap berdasarkan estimasi tarif yang disasarkan pada volume yang telah ditentukan sebelumnya. Ketika dasar yang digunakan untuk penyerapan berbeda dengan tingkat kapasitas yang telah ditentukan sebelumnya, maka prosedur penyerapan akan menimbulkan penyerapan terlalu tinggi (overabsorption) atau penyerapan terlalu rendah (underabsorption) atas overhead manufaktur (jasa).
Perhitungan biaya langsung atau biaya variable membedakan antara biaya produksi dengan biaya untuk siap menghasilkan. Harga biaya yang ditimbulkan oleh produksi atau penyerahan jasa sekarang saja yang diklasifikassikan sebagai biaya per unit produk atau jasa dan dikapitalisasi sampai barang-barang tersebut terjual atau jasanya diserahkan. Menurut Jhon A. Bekett, biaya yang ditimbulkan dari pemeliharaan dan ketersediaan potensi produktif jangka panjang disebut sebagai “biaya periode.”
Dorongan Keperilakuan
Melalui badan yang berwenang, profesi akuntansi sekarang ini sedang menguji ulang konsep-konsep dasar, prinsip, dan praktik akuntansi dengan mempertimbangkan implikasi keperilakuan yang mungkin.
Hawkins menyatakan bahwa konsep, prinsip dan praktik akuntansi adalah bagu secara keperilakuan maupun teknis, jika konsep, prinsip, atau praktik tersebut :
1)      Menghambat manajer dari pengambilan berbagai tindakan operasi yang tidak menguntungkan guna membenarkan adopsi atas suatu alternative akuntansi.
2)      Menghambat adopsi atas praktik akuntansi oleh perusahaan yang hanya menciptakan ilusi kinerja.
Pengendalian Biaya
Disamping menekankan perbedaan antara biaya tetap dan biaya variable serta memberikan informasi biaya differensil, dalam situasi pengambilan keputusan tertentu, perhitungan biaya langsung atau biaya variable memberikan informasi penting lainnya kepada manajer. Beberapa situasi pengambilan keputusan yang umum akan dijelaskan berikut ini :
1)      Keputusan Bauran Produk
2)      Penentuan Harga Produk Baru
3)      Penetrasi Pasar
4)      Penghapusan Produk
5)      Pesanan Khusus
6)      Kampanye Iklan dan promosi
7)      Keputusan Mengurangi Biaya
B.     Aspek Keperilakuan dari Langkah Akuntansi Biaya yang Dipilih
1.      Penetapan Standar
Elemen yang paling berpengaruh dalam menentukan keberhasilan atau kegagalan system biaya adalah standar yang digunakan sebagai criteria kinerja. Standar yang memiliki fungsi ganda, yaitu berfungsi sebagai tujuan untuk memotivasi pengendalian biaya dan sebagai alat evaluasi kinerja. Standar akan menghasilkan perilaku pekerja yang efisien hanya jika standar tersebut diterima sebagai tingkat aspirasi oleh individu, untuk siapa standar pengendalian dan evaluasi kinerja tersebut di desain.
2.      Partisipasi dalam Penetapan Standar
Michael Foran dan Don DeCoster meringkas logika yang mendasari seluruh argument yang mendukung partisipasi menjadi “ jika seseorang pekerja berpartisipasi dalam menetapkan standar kinerjanya sendiri, maka ia akan membuat komitmen yang tega terhadap standar tersebut, dan oleh karena itu akan bekerja keras untuk mencapainya.
3.      Standar yang Ketat vs Standar yang Longgar
Untuk berfungsi sebagai alat motivasi, standar yang akan digunakan haruslah tidak terlalu ketat dan tidak terlalu longgar. Standar yang ketat akan lebih sering tidak tercapai dari pada dipenuhi. Variasi yang dihasilkan mungkin tidak secara adil berhubungan dengan kinerja yang buruk dan tidak diidentifikasikan sebagai sesuatu yang disebabkan oleh standar yang terlalu ketat.
Sementara itu, standar yang longgar tidak memberikan manfaat motivasional apapun karena standar tesebut begitu mudah dicapai, sehingga mandor dan manajer akan mengabaikan standar tersebut karena dianggap tidak berarti.
4.      Penyerapan Overhead
Bidang lain yang penuh dengan dorongan difungsional adalah penyerapan overhead. Praktik umum untuk membebankan overhead manufaktur tetap dan variable ke produk pada tariff estimasi yang didasarkan pada tingkat kapasitas yang telah ditentukan sebelumnya. Ketika dasar yang digunakan untuk penyerapan berbeda dengan yang telah ditentukan sebelumnya,maka varians yang dibebankan terlalu tinggi atau terlalu rendah akan terjadi.
Ukuran dari varians ini juga dipengaruhi oleh tingkat kapasitas yang dipilih sebagai penyebut dalam penentuan tarif tersebut.
5.      Alokasi Biaya Tidak Langsung
Salah satu keputusan paling controversial yang idhadapi oleh setiap organisasi adalah apakah akan melakukan biaya tidak langsung pada produk dan atau pusat pertanggung jawaban dan dasar alokasi apa yang digunakan ?
Dalam riset yang didukung oleh National Association of Accountants (NAA), James Fremgen dan Shu S. Liao menemukan bahwa perusahaan responden membedakan dengan tegas dua jenis biaya tidak langsung, yaitu :
1)      Biaya jasa korporat
Biaya jasa yang dilakukan secara sentral untuk manfaat korporat dan berbagai pusat pertanggungjawaban.
2)      Biaya administrative korporat
Biaya yang digunakan untuk mengoperasikan kantor korporat.
C.    Analisis Varians
Unsure utama dari pengendalian biaya adalah perbadingan secara periodic antara biaya actual dengan sasaran biaya yang telah ditentukan sebelumnya, baik dalam bentuk anggaran maupun standar.
1.      Keputusan Investigasi Varians
Keputusan manajemen semata-mata bergantung pada penilaiannya atas signifikansi diskrepansi yang diamati. Varians ini memiliki signifikansi pengendalian hanya jika varians tersebut berasal dari penyebab yang dapat ditentukan atau, dengan kata lain, tidak bersifat acak dan rentan terhadap tindakan perbaikan.
Tetapi, kerumitan permasalahan yang sebenarnya terletak pada fakta bahwa tanpa investigasi, manajemen tidak memiliki dasar untuk menentukan apakah varians tersebut ditimbulkan dari penyalahgunaan yang dapat diidentifikasikan dan dikendalikan, atau apakah varians tersebut bersifat acak atau tidak dapat dikendalikan.
2.      Aspek Keperilakuan
Komponen khusus dari kebijakan pengendalian yang dapat mempengaruhi respon manusia adalah faktor-faktor seperti :
a)      Batas pengendalian
Kisaran hasil kinerja yang dianggap dapat diterima oleh manajer adalah batasan pengendalian. Batasan ini menentukan seberapa mudah atau sulit bagi seseorang yang dikendalikan untuk berkinerja dalam kisaran yang dapat diterima dan berapa banyak ruang yang mereka miliki untuk gagal sekali waktu.
b)      Hasil umpan balik
Umpan balik yang positif akan memberitahu mereka bahwa mereka ada pada jalur yang tepat dan akan memotivasi mereka untuk mengulangi usaha yang sama.
c)      Keketatan pemaksaan
Pemaksaan yang ketat atas kebijakan pengendalian akan menimbulkan tekanan dalam diri individu yang dikendalikan. Sementara tekanan dapat menyegarkan individu-individu tertentu, tekanan tersebut dapat mengintimidasi yang lain menurunkan kinerja mereka yang sudah buruk lebih jauh lagi.
d)     Struktur penghargaan
Orang atau kelompok akan memodifikasi perilaku mereka yang tidak diinginkan dan mengulangi perilaku yang diinginkan ketika mereka memandang bahwa perubahan atau pengulangan perilaku tersebut disertai dengan penghargaan intrinsic maupun ekstrinsik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar